Misi : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik

Tujuan Sasaran Indikator Target Strategi Arah Kebijakan
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Terwujudnya pemerataan pendapatan ekonomi masyarakat sesuai potensi dan kearifan lokalMeningkatnya pendapatan masyarakatPendapatan perkapita menjadi Rp. 30.954.429 tahun 2017.
Berkembangnya usaha ekonomi masyarakat berbasis potensi lokalJumlah produksi padi sawah di atas 6.547 ton; padi ladang 30 ton; ubi jalar 1.760 ton; ubi kayu 1.774 ton; Kedelai 632 ton; sagu 199,90 ton, dan kakao 8.389,30 ton. Kontribusi tanaman pangan terhadap PDRB sekitar 8,9%, tanam-an perkebunan terhadap PDRB sekitar 5,6%. Populasi ternak utama (sapi) di atas 11.110 ekor; babi 10.998 ekor; Kontribusi peternakan terhadap PDRB sekitar 2,10%. Kontribusi perikan-an terhadap PDRB men-capai 3,95%.
Meningkatnya peran KUKM dalam pengembangan ekonomi lokalPersentase koperasi aktif mencapai 70%. Persentase UKM dan LKM yang mendapat pembinaan masing-masing mencapai 80%.
Meningkatnya pendapatan masyarakatPendapatan perkapita menjadi Rp. 30.954.429 tahun 2017.
Berkembangnya usaha ekonomi masyarakat berbasis potensi lokalJumlah produksi padi sawah di atas 6.547 ton; padi ladang 30 ton; ubi jalar 1.760 ton; ubi kayu 1.774 ton; Kedelai 632 ton; sagu 199,90 ton, dan kakao 8.389,30 ton. Kontribusi tanaman pangan terhadap PDRB sekitar 8,9%, tanam-an perkebunan terhadap PDRB sekitar 5,6%. Populasi ternak utama (sapi) di atas 11.110 ekor; babi 10.998 ekor; Kontribusi peternakan terhadap PDRB sekitar 2,10%. Kontribusi perikan-an terhadap PDRB men-capai 3,95%.
Meningkatnya peran KUKM dalam pengembangan ekonomi lokalPersentase koperasi aktif mencapai 70%. Persentase UKM dan LKM yang mendapat pembinaan masing-masing mencapai 80%.
Meningkatnya pendapatan masyarakatPendapatan perkapita menjadi Rp. 30.954.429 tahun 2017.
Berkembangnya usaha ekonomi masyarakat berbasis potensi lokalJumlah produksi padi sawah di atas 6.547 ton; padi ladang 30 ton; ubi jalar 1.760 ton; ubi kayu 1.774 ton; Kedelai 632 ton; sagu 199,90 ton, dan kakao 8.389,30 ton. Kontribusi tanaman pangan terhadap PDRB sekitar 8,9%, tanam-an perkebunan terhadap PDRB sekitar 5,6%. Populasi ternak utama (sapi) di atas 11.110 ekor; babi 10.998 ekor; Kontribusi peternakan terhadap PDRB sekitar 2,10%. Kontribusi perikan-an terhadap PDRB men-capai 3,95%.
Meningkatnya peran KUKM dalam pengembangan ekonomi lokalPersentase koperasi aktif mencapai 70%. Persentase UKM dan LKM yang mendapat pembinaan masing-masing mencapai 80%.
Terwujudnya infrastruktur dasar yang mendukung aktivitas wilayahTersedianya infrastruktur transportasi yang men-dukung pengembangan wilayah dan pergerakan orang, barang dan jasa. Persentase jalan aspal berkualitas baik mening-kat menjadi 60%; Persentase jalan kerikil kualitas baik meningkat menjadi 40%.
Meningkatnya cakupan layanandan kualitas infrastruktur energi dan kelistrikanKK yang belum terlayani sarana listrik berkurang dari 6.127 menjadi 4.000; persentase kampung yang tidak terlayani listrik berkurang menjadi hanya 7,5%; kampung yang tidak mempunyai pangkalan minyak berkurang men-jadi 40.
Tersedianya infrastruktur sumberdaya air yang melayani kebutuhan masyarakatProduksi sumur tanah dan sumur bor serta produksi air dalam kemasan mencukupi kebutuhan seluruh rumahtangga dan dunia usaha.
Tersedianya infrastruktur komunikasi yang melayani kebutuhan masyarakatCakupan pos meningkat dari 5 distrik menjadi 10 kecamatan; jangkauan jaringan telepon mening-kat menjadi 15 distrik.
Tersedianya infrastruktur transportasi yang men-dukung pengembangan wilayah dan pergerakan orang, barang dan jasa. Persentase jalan aspal berkualitas baik mening-kat menjadi 60%; Persentase jalan kerikil kualitas baik meningkat menjadi 40%.
Meningkatnya cakupan layanandan kualitas infrastruktur energi dan kelistrikanKK yang belum terlayani sarana listrik berkurang dari 6.127 menjadi 4.000; persentase kampung yang tidak terlayani listrik berkurang menjadi hanya 7,5%; kampung yang tidak mempunyai pangkalan minyak berkurang men-jadi 40.
Tersedianya infrastruktur sumberdaya air yang melayani kebutuhan masyarakatProduksi sumur tanah dan sumur bor serta produksi air dalam kemasan mencukupi kebutuhan seluruh rumahtangga dan dunia usaha.
Tersedianya infrastruktur komunikasi yang melayani kebutuhan masyarakatCakupan pos meningkat dari 5 distrik menjadi 10 kecamatan; jangkauan jaringan telepon mening-kat menjadi 15 distrik.
Tersedianya infrastruktur transportasi yang men-dukung pengembangan wilayah dan pergerakan orang, barang dan jasa. Persentase jalan aspal berkualitas baik mening-kat menjadi 60%; Persentase jalan kerikil kualitas baik meningkat menjadi 40%.
Meningkatnya cakupan layanandan kualitas infrastruktur energi dan kelistrikanKK yang belum terlayani sarana listrik berkurang dari 6.127 menjadi 4.000; persentase kampung yang tidak terlayani listrik berkurang menjadi hanya 7,5%; kampung yang tidak mempunyai pangkalan minyak berkurang men-jadi 40.
Tersedianya infrastruktur sumberdaya air yang melayani kebutuhan masyarakatProduksi sumur tanah dan sumur bor serta produksi air dalam kemasan mencukupi kebutuhan seluruh rumahtangga dan dunia usaha.
Tersedianya infrastruktur komunikasi yang melayani kebutuhan masyarakatCakupan pos meningkat dari 5 distrik menjadi 10 kecamatan; jangkauan jaringan telepon mening-kat menjadi 15 distrik.
Tersedianya infrastruktur transportasi yang men-dukung pengembangan wilayah dan pergerakan orang, barang dan jasa. Persentase jalan aspal berkualitas baik mening-kat menjadi 60%; Persentase jalan kerikil kualitas baik meningkat menjadi 40%.
Meningkatnya cakupan layanandan kualitas infrastruktur energi dan kelistrikanKK yang belum terlayani sarana listrik berkurang dari 6.127 menjadi 4.000; persentase kampung yang tidak terlayani listrik berkurang menjadi hanya 7,5%; kampung yang tidak mempunyai pangkalan minyak berkurang men-jadi 40.
Tersedianya infrastruktur sumberdaya air yang melayani kebutuhan masyarakatProduksi sumur tanah dan sumur bor serta produksi air dalam kemasan mencukupi kebutuhan seluruh rumahtangga dan dunia usaha.
Tersedianya infrastruktur komunikasi yang melayani kebutuhan masyarakatCakupan pos meningkat dari 5 distrik menjadi 10 kecamatan; jangkauan jaringan telepon mening-kat menjadi 15 distrik.
Terpeliharanya fungsi lingkungan hidup yang se-imbang bagi keberlanjutan hidupMeningkatnya ketaatan terhadap pemanfaatan ruang.Persentase pelanggaran tata ruang di bawah rata-rata Provinsi Papua.
Meningkatnya peran serta pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkunganPersentase areal hutan yang dilindungi dan dikonservasi mencapai 94% (1.234.361,35 ha)
Meningkatnya ketaatan terhadap pemanfaatan ruang.Persentase pelanggaran tata ruang di bawah rata-rata Provinsi Papua.
Meningkatnya peran serta pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkunganPersentase areal hutan yang dilindungi dan dikonservasi mencapai 94% (1.234.361,35 ha)